Home » » Jangan samakan PLURALISME dengan TOLERANSI !

Jangan samakan PLURALISME dengan TOLERANSI !


 Kini, banyak terdengar istilah pluralisme dan juga toleransi dalam beragama. Sayang disayangkan, kebanyakan beranggapan bahwa pluralisme itu salah satu bentuk dari toleransi beragama. Padahal, semua itu salah kaprah.

 sebelum kita bahas lebih dalam, ngomong-ngomong apa sih pluralisme? Apa sih toleransi? ok, kita bahas satu persatu.
       Dalam suatu tatanan toleransi antar umat, ada adab-adab di dalamnya. Secara garis besar, saya menyimpulkan ada 2 adab: yang pertama adab secara umum yakni sebatas penghormatan tidak mengganggu, yang kedua secara khusus yakni adab penghormatan sesuai dengan hukum di masing-masing agama.

       Dalam suatu tatanan toleransi antar umat, ada adab-adab di dalamnya. Secara garis besar, saya menyimpulkan ada 2 adab: yang pertama adab secara umum yakni sebatas penghormatan tidak mengganggu, yang kedua secara khusus yakni adab penghormatan sesuai dengan hukum di masing-masing agama.
The First, kita bahas apa itu pluralisme. Pluralisme (bahasa Inggris: pluralism), terdiri dari dua kata plural (=beragam) dan isme (=paham) yang berarti beragam pemahaman, atau bermacam-macam paham, Untuk itu kata ini termasuk kata yang ambigu. (wikipedia.org)
The second, kita bahas pengertian toleransi. Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. (wikipedia.org)
Jika disimpulkan, pluralisme merupakan bentuk paham yang beranggapan bahwa beragam pemahaman itu sama (g mungkin dunk!!). sedangkan toleransi adalah suatu bentuk penghormatan terhadap agama lain dengan tidak mendiskriminasikan keberadaan agama tersebut (dengan batasan tertentu pastinya).
       Dan perlu di garis bawahi dalam pertoleransian tidak boleh secara berebihan, dalam artian ada batas-batas tertentu. Dalam sudut pandang islam, toleransi itu wajar selama kafirin (nonmuslim) tidak mengganggu kepentingan/dasar-dasar aqidah ummat. Bahkan dilarang keras beralku curang atas mereka dalam hal keduniawian/hablumminannaas. Dari sini sudah nampak jelas bahwa di dalam teori yang sederhana tersebut sudah terjabarkan secara terang akan adab toleransi. Maka sangat disayangkan jika ada sebagian muslim yang terbuai dalam teori-teori barat yang menyesatkan yang berpandangan bahwa semua agama itu sama.
Untuk lebih jelas mengetahui tentang puralisme, kita simak fatwa MUI berikut ini:
Pada tanggal 28 Juli 2005, MUI menerbitkan fatwa yang melarang pluralisme. Dalam fatwa tersebut, pluralisme agama,sebagai obyek persoalan yang ditanggapi, didefinisikan sebagai:
"Suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga".
Dengan demikian, MUI menyatakan bahwa Pluralisme dalam konteks yang tertera tersebut bertentangan dengan ajaran Agama Islam 
Dengan adanya definisi plurasime yang berbeda tersebut, timbul polemik panjang mengenai pluralisme di Indonesia.

Nah, semakin jelas kan dengan adanya fatwa dari MUI tersebut. So kenapa masih bingung dan hendak menarik-narik teori dari para kafirin (nonmuslim) dan menarik diri dari hukum syar’i..... !!! no way!
Powered by Blogger.

Comments

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Random Posts